MESIN PENCARI

Memuat...

Senin, 27 Juli 2015

Iklim Intelektual Islam di Kalangan Aktivis Kampus, Claudia Nef Saluz [Ed.]

Judul/Title:Iklim Intelektual Islam di Kalangan Aktivis Kampus
Penulis/Author: Claudia Nef Saluz [Ed.]
Penerbit/Publisher: Resist Book
Edisi/Edition: Segel
Halaman/Pages: Segel
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga/Price: Call
Status: Ada/Available

***

Buku ini berusaha menangkap dinamika beragam gerakan Islam yang ada dalam lingkup kampus. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana kaum Muslim muda mengasimilasi ide-ide dan pendekatan-pendekatan kritis dan kreatif yang berasal dari sumber-sumber inspirasi yang beragam dan luas. Buku ini berisi sembilan tulisan gerakan mahasiswa terpilih dengan tujuan menunjukkan beragam cara yang dilakukan oleh kaum muda Muslim dalam memahami teks-teks religius, dan penafsiran-penafsiran yang mereka buat antara teori dan praktik keseharian kehidupan mahasiswa. Dengan menelaah keseluruhan tulisan, para pembaca akan menemukan banyak perbedaan dan juga persamaan dalam cara para aktivis organisasi yang berbeda ini mengamalkan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semua aktivis mendukung sebuah pemahaman dan memandang diri mereka sebagai agen potensial perubahan. Tantangan yang muncul adalah bagaimana menegoisasikan persamaan dan perbedaan dalam sebuah dunia yang makin terhubung dengan pilihan-pilihan yang banyak dan terbuka bagi kaum muda berpendidikan ini.

"Dinamika pemikiran Islam di Indonesia tidak bisa dipahami tanpa memperhatikan aktivisme Islam di kampus, karena banyak perdebatan penting telah mulai disitu. Begitu pula gerakan-gerakan dan diskusi-diskusi di kampus hari ini pasti akan berdampak pada wacana publik Islam masa depan. Satu dasawarsa setelah masa 'reformasi', ketika gerakan mahasiswa merupakan bagian penting dari proses politik dan cukup menarik perhatian, kehidupan kampus sekarang hampir luput dari perhatian pengamat. Usaha Claudia Nef Saluz untuk mengatasi kekosongan itu dan menggambarkan keanekaragaman gerakan mahasiswa dan isu-isu yang diangkat mereka pada masa kini patut dipuji, dan sangat mungkin menjadi referensi baku untuk kajian selanjutnya."
(Martin van Bruinessen, Guru Besar Studi Perbandingan Masyarakat-Masyarakat Muslim Kontemporer, Universitas Utrecht)

"Melalui sentuhan etnografis yang mengesankan, Claudia Nef Saluz berhasil mengajak mereka untuk bertutur tentang diri mereka sendiri, perasaan-perasaan, harapan-harapan dan sekaligus kegamangan yang mereka hadapi. Buku ini menawarkan model kajian etnografis yang baru yang menjanjikan dengan menyajikan "narasi-narasi biografis" (biographical narratives) dalam pengertian sesungguhnya, sebuah karya menarik dan unik yang sangat berguna bagi siapa pun yang ingin mengenal secara dekat dinamika aktivisme kaum muda di Indonesia."
(Dr.Noorhadi Hasan, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Peneliti pada Program "In Search of Middle Indonesia," KITLV, Belanda)

Ekonomi Kerbau Bingung, Sindhunata

Judul/Title:Ekonomi Kerbau Bingung 
Penulis/Author: Sindhunata
Penerbit/Publisher: Kompas
Edisi/Edition: 2006
Halaman/Pages:Segel
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga/Price: Call
Status: Ada/Available

***

Barang Pabrik, mereka mau mahal. Lha sama sapu kok ngeh leh ngeyek nemen (kok menyepelekan sekali). Tanpa sapu apa rumah orang kaya bisa bersih, kata Pak Abidin. Pak Abidin tahu soal tepo seliro sebenarnya bukan urusan tukang sapu. Itu sama sekali tergantung pada kebijakan konsumen, apa mereka bisa menghargai produksi rakyat jelata yang kelihatannya amat sederhana, tetapi sebenarnya cukup vital itu. Kalau demikian, rakyat ya pakai ekonomi kerbau bingung. Ya, seperti kerbau itu, rakyat seperti saya ini hanya ikut arus orang saja. Diberi rumput ya syukur, tidak diberi ya tidak bisa apa-apa. Bagaimana kalau tidak menjadi kerbau bingung ditengah ruwetnya ekonomi seperti ini?

Keadilan tampak begitu jauh bagi rakyat biasa. Buku Ekonomi Kerbau Bingung mengangkat kisah manusia yang terseok-seok mendamba keadilan di tengah gerak cepat ekonomi besar.
  • Kisah Saminah pembantu rumah tangga yang menjadi korban kekerasan majikan
  • Nasib tali pelepah pisang yang punah diganti tali plastik
  • Suasana obrolan kala mandi di tepi Kali Malang
  • Serta berbagai kisah realita kehidupan masyarakat bawah yang mesti hidup dicukup-cukupkan.
Penulisnya Shindunata, dikenal berhasil mengangkat kejadian dan persoalan hidup ke panggung reportase dalam sosoknya yang nyata, hidup, berdesak, berkeringat, berair mata, bersenyum dan berpengharapan.

Kamis, 18 Juni 2015

Buku Pegangan Disiplin Kelima; Strategi dan Alat-Alat untuk Membangun Organisasi Pembelajaran, Peter Senge

Judul/Title:Buku Pegangan Disiplin Kelima; Strategi dan Alat-Alat untuk Membangun Organisasi Pembelajaran 
Penulis/Author: Peter Senge
Penerbit/Publisher: Interaksara
Edisi/Edition: 2002
Halaman/Pages: 670
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga/Price: 140.000
Status: Ada/Available

***

"Jika Anda percaya seperti saya, bahwa manusia adalah satu-satunya keunggulan bersaing jangka panjang dan pembelajaran seumur hidup adalah cara untuk mengembangkan keunggulan itu sepenuhnya, Anda harus membaca buku ini. Buku ini berbicara tentang tugas nyata sehari-hari, tugas implementasi!"
-Richard F. Teerlink
Presiden dan CEO Harley Davidson, Inc.

"Buku pegangan akan menjadi buku bisnis yang paling banyak diacu, dikutip, dan digunakan pada tahun 1990-an."
-Herb Rau
Manajer Mutu Total, National Semiconductor

"Buku Pegangan disiplin kelima berlimpah-limpah dengan kebijakan kolektif tentang cara menghidupkan lima disiplin pembelajaran dalam organisasi Anda dan dunia Anda."
-Kathryn Johnson
Presiden dan CEO, Healthcare Forum

"Buku pegangan harus dibaca oleh setiap orang yang serius ingin membangun komunitas yang mempunyai tujuan bersama, tindakan bersama, dan pembelajaran yang berkesinambungan."
-H, Thomas Johnson
Penulis Relevance Last dan Relevance Regained

"Buku ini pasti menjadi penuntun dan referensi yang berharga bagi mereka yang memimpin, atau sekadar menjadi bagian dalam, transformasi organisasional. Ada banyak yang harus dipelajari dan dimanfaatkan dalam buku pegangan ini."
-Philip Carroll
Presiden dan CEO, Shell Oil Company (USA)

"Konsep-konsep Peter Senge memerlukan upaya. Konsep-konsep tersebut memerlukan waktu. Konsep-konsep tersebut memerlukan komitmen pribadi. Namun, saya yakin, konsep-konsep tersebut memiliki potensi untuk sukses yang berkesinambungan."
-Robert E.Allen, Ketua Dewan, AT&T

"Buku pegangan membuat hati saya berkobar-kobar. Buku ini memberikan hal-hal nyata di dalam suatu kisah di dalam organisasi dan di dalam diri manusia."
-B.C Huselton
Wakil Presiden untuk sumber daya manusia dan Sistem Bisnis, GS Technologies

Kamis, 04 Juni 2015

Dewey Datang Lagi, Vicky Myron & Bret Witter

Judul/Title: Dewey Datang Lagi : Sembilan Kisah Menakjubkan yang Menghangatkan Hati 
Penulis/Author: Vicky Myron & Bret Witter
Penerbit/Publisher: Serambi
Edisi/Edition: Januari - 2012
Halaman/Pages: 524
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kategori/Category: Dijual/For Sale
Harga/Price: 71.000
Status: Ada/Available

***

Buku pertama Vicki Myron, Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati, tak pelak lagi merupakan salah satu fenomena penerbitan. Buku itu bertahan lebih dari tujuh bulan dalam daftar buku laris The New York Times. Di Indonesia, Dewey pun mendapat sambutan yang tidak kalah hangat dan menjadi buku laris nasional. Namun, Dewey lebih daripada sekadar buku laris: buku itu telah menciptakan komunitas. Kisah Dewey berhasil menyentuh hati pembaca dan menyadarkan bahwa tak peduli betapapun sulitnya kehidupan mereka, akan selalu ada kasih yang tulus dari teman berbulu mereka.

Dukungan dan permintaan yang terus mengalir kemudian membuat Vicki Myron memutuskan untuk menulis Dewey Datang Lagi, didampingi oleh rekannya, Bret Witter. Buku ini terdiri dari sembilan kisah yang menginspirasi, kocak, dan menghangatkan hati tentang kucing yang diceritakan dari sudut pandang “Ibu Dewey”, Vicki Myron. Kucing-kucing menakjubkan dalam buku ini tentu saja termasuk Dewey, yang beberapa kisahnya belum pernah diceritakan, berikut kucing-kucing lain yang diketahui Vicki setelah para pemilik mereka menghubunginya. Sesudah melalui serangkaian wawancara dan saling berbagi cerita, Vicki mengakui bahwa kucing-kucing tersebut istimewa dan cocok menjadi anggota komunitas Dewey.

Dalam buku ini terdapat kisah seorang janda cerai yang awalnya sama sekali tidak menyukai kucing, tapi kemudian jatuh hati pada kucing bengal yang diselamatkannya pada malam Natal; ada pula kisah seorang veteran perang yang mengalami depresi akibat keterlibatannya dalam Perang Vietnam— hati sang veteran akhirnya tergugah oleh keberanian kucing yang ditolongnya. Inilah jenis-jenis kisah Dewey yang akan membuat pembaca tertawa, menangis, peduli, dan—yang paling penting—memercayai keajaiban hewan yang mampu menyentuh hati kita.